Showing posts with label teknologi. Show all posts
Showing posts with label teknologi. Show all posts

Monday, May 30, 2011

Adakah masa depan Rare Earth Element di Indonesia?

Rare Earth Elements
China emang jago dagang. Ada 1 komoditi penting di dunia ini yang 97%-nya disuplai oleh China. Hebatnya, barang ini bukan barang biasa. Berkat adanya barang inilah produk-produk berteknologi tinggi dan ramah lingkungan semacam hybrid car lahir. Tidak heran, barang ini sangat dibutuhkan oleh industri manufaktur dunia di Jepang, Amerika, Jerman, termasuk dalam negeri China sendiri. 

Rare Earth Element sedang naik daun, termasuk perusahaan penambangnya, sebut saja Molycorp inc. yang berhasil meraup suntikan dana ratusan juta dolar dalam sekejap. Semua bermula dari isu China yang akan menyetop ekspor REE secara bertahap, dan disimpan untuk kepentingan dalam negerinya. Sejak tahun 2010 China mulai mengurangi ekspornya, dan genderang bisnis REE pun ditabuh. Negara-negara lain pun berlomba membuka tambang REE.
Amerika mengoperasikan kembali ladang tambang REE  di California yang telah terbengkalai selama 10 tahun. REE juga ditemukan di Afrika Selatan, Vietnam, Australia, India, dan yang terakhir Malaysia. Tidak mudah menambang REE, yang prosesnya juga beresiko memuntahkan zat radioaktif berbahaya. Ditengarai zat radioaktif inilah yang menyebabkan kelainan pada bayi dan 11.000 kasus leukimia di Bukit Merah, Malaysia.


Selain melalui pertambangan, REE juga bisa diperoleh melalui daur ulang. Harddisk dan kompresor udara pada AC adalah komponen yang kaya akan REE. Sayangnya, biaya untuk mendaur ulang barang-barang bekas sangat tinggi dan tidak ekonomis. Hanya negara seperti Jepang yang pemerintahnya sanggup mengucurkan dana 1 milyar dolar untuk membangun industri masa depan ini.

Bagaimana dengan di Indonesia? Pikir-pikir, apa sih kekayaan alam yang gak ada di Indonesia :)
Katanya nih, penelitian REE sudah lama dilakukan oleh PT. Timah, BATAN dan BAPETEN. Denger-denger REE di Indonesia banyak terkonsentrasi di taling pertambangan timah, seperti di Bangka Belitung. Harusnya, PT Timah udah punya laporannya, kawan-kawan ada yang tau?

Tuesday, May 24, 2011

Siapa berani coba NUKLIR

Nuclear Hazard
© nuclear-power-guides.blogspot.com

Yang pasti bukan Indonesia. Terlalu banyak manipulasi dan adu kepentingan, terutama di ranah kebijakan energi. Belum lagi sulitnya meraih kepercayaan dari masyarakat, wong bencana lumpur aja kelabakan, ga jelas siapa yang tanggung jawab. Padahal nih, secara teknis kita punya BATAN yang udah dari tahun 1958 ngoprek nuklir, juga punya reaktor 2 MegaWatt di sebelah kampus ITB (nah loh).

Kenapa harus nuklir, why? Kan Indonesia kaya akan minyak, batubara, gas alam, belum lagi sumber daya terbarukannya mulai geotermal, solar, angin berlimpah ruah. So, let's just stay away from the hazardous nuclear energy. Alright? No!

Menurut saya, Indonesia punya alasan kuat untuk go nuklir :
Sooner or later, alternative energies will remain alternative, while uranium surpasses coal and gas for the main. We are not talking about years, but many many years ahead.
So, klo kita ga mulai secepatnya, (seperti biasa) kita bakal tertinggal jauh, baik secara teknologi, kita bakal bergantung banget sama negara lain yang udah jago n' berpengalaman, lalu mentalitas masyarakat juga, kita ga akan pernah siap menerima nuklir sampai suatu saat "terpaksa" dan tentunya akan menimbulkan konflik yang lebih hebat lagi.

Ambil contoh Brazil, negara yang 70% energinya bersumber dari air alias Hydroelectric. Dengan kekayaan alam dan hasil tambang yang juga berlimpah, nuklir bukanlah pilihan yang mendesak. Namun faktanya nih, sejak 1982 Brazil udah punya pembangkit nuklir 700MW, dan saat ini nuklir menyumbang 4% dari total energi Brazil. Alasannya? Simpel : Nuclear is the future, and Brazil now has the necessary capability to allow for a rapid and efficient expansion of nuclear power, at a lower cost.